SemarangSel., Kota Semarang, Jawa Tengah 50613 Telepon: (024) 8415082 [ Lihat di Google Maps] Tiki Citarum Alamat: Jalan Citarum 31 C-D, Bugangan, Kec. Semarang Tim., Kota Semarang, Jawa Tengah 50126 Telepon: [ Lihat di Google Maps] Tiki Graha Padma Alamat: Perum Graha Padma B1 No. 40, Dadapsari, North Semarang, Semarang City, Central Java 50119
9Sg7AF. Oleh Dahlan Iskan KUBURAN pun sepi. Padahal Sabtu kemarin adalah hari Cingbing. Pedagang bunga –yang biasanya panen raya– ikut gigit jari. Tapi mereka sudah pintar. Mereka sudah tahu tahun ini ada Covid-19. Tidak muncul pedagang bunga dadakan yang memenuhi pinggir jalan. Pasar bunga pun sepi. Keluarga Tionghoa memilih mendoakan orang tua di rumah masing-masing. Mereka tahu risiko tertular Covid-19. “Jangan sampai terjadi seperti di Semarang,” ujar seorang teman Tionghoa di Surabaya. Ada apa di Semarang? Di kalangan Tionghoa beredar medsos kejadian di Semarang itu. Empat orang pengusaha meninggal hampir serentak. Banyak lainnya masuk rumah sakit hampir bersamaan. “Drama Covid-19 Semarang” mirip dengan “Drama Gereja GPIB di Bogor”. Atau “Drama Jamaah Tabligh” di Jakarta. Terlalu banyak tular-menular hanya dari satu rangkaian acara. Di Semarang itu yang meninggal sebenarnya “hanya” empat orang. Tapi semuanya orang kaya-raya. Meninggalnya beruntun pula. Hanya dalam tiga hari. Antara tanggal 25 sampai 28 Maret lalu. Maka hebohnya melebihi yang lain-lain. Juga karena medsos berseliweran. Yang benar bercampur dengan yang setengah benar dan yang tidak benar. Yang terkaya di antara yang kaya itu bernama –baiknya tidak usah disebut. Saya dikirimi foto-foto lengkap. Termasuk foto acara ulang tahun dan karaoke itu. Tapi terlalu pahit untuk dipublikasikan. Juga karena banyak yang tidak ada hubungannya dengan peristiwa. Yang terkaya itu bisnis di bidang kimia –pedagang besar barang-barang kimia. Juga dikenal sebagai pengusaha lemah –lemahe akeh banget. Rumahnya di daerah paling mahal di Semarang Jalan Sultan Agung. Di kawasan Candi. Yang dari ketinggian ini bisa melihat ke bawah ke pusat kota Semarang. Juga bisa melihat laut yang di utara sana. Bos-bos Djarum punya rumah di sini. Hartono bersaudara itu. Rumah mereka di deretan jalan ini. Rumah bos besar Sido Muncul juga tidak jauh dari sini. Semarang pun heboh. Dunia orang Tionghoa lebih heboh lagi. Sudah pula ditambah bumbu-bumbu yang lebih seru. Yang sebenarnya tidak benar. Misalnya soal istri orang terkaya di antara yang meninggal tadi. Dia dikabarkan ikut masuk rumah sakit. Bersama anak-anaknyi. Padahal sang istri baik-baik saja. Demikian juga anak-anaknyi. Sampai-sampai sang istri harus membuat video. Klarifikasi. Untuk menunjukkan sang istri dalam keadaan baik-baik saja. Lagi bersama anak-anaknyi. Bercengkerama di taman di sebelah rumahnyi. Saya juga mendapatkan video itu. Kini keluarga tersebut terus sibuk klarifikasi. Juga mengancam akan menuntut siapa pun yang mengedarkan hoaks tentang keluarga itu. Ups… Kemarin muncul iklan resmi. Iklan duka cita. Dari keluarga ini. Tidak disebut-sebut bahwa beliau meninggal karena Covid-19. Di situ disebutkan bahwa beliau meninggal karena sakit pernafasan. Ditambah beberapa sakit kronis lainnya darah tinggi dan diabetes. Nama almarhum di iklan itu disebut lengkap Agus Setyawan Hartono. Alias Njoo Hok Sing. Nama istri dan anak-anaknya pun lengkap disebut di bawahnya. Begitulah memang umumnya iklan duka cita. Virus Corona terbukti tidak mengenal siapa pun. Uang berlimpah juga tidak bisa menjamin keselamatan nyawa. Drama itu kian seru karena ada cerita di baliknya. Ulang tahun suami-istri itu di bulan yang sama. Bulan Maret. Suami di awal bulan. Istri pertengahan bulan. Hanya beda 10 harian. Maka, di bulan itu ada dua perayaan ulang tahun. Di rumahnya yang di atas itu. Para pengusaha besar hadir. Kerabat dan keluarga juga hadir. Termasuk dari Surabaya. Peluk cium pun terjadi. Lalu mereka berfoto bersama. Di pinggir kolam renang yang besar. Apakah mereka saling menularkan Covid-19 di acara itu? Kalau iya, di acara pertama atau kedua? Tentu tidak ada yang tahu pasti. Penyelidikan belum sampai ke sana. Bisa saja bukan karena acara itu. Bukan? Bisa jadi. Di antara tanggal dua ulang tahun tersebut masih ada satu acara lain arisan. Mereka kumpul di salah satu restoran milik anggota arisan itu. Juga suami istri. Banyak juga yang melanjutkan acara itu dengan karaoke. Kebetulan ada ruang karaoke di lantai atasnya. Semua orang bergembira. Bahagia. Saat itu. Lalu…. Semua orang menjadi sangat sedih. Terutama di perkumpulan itu. Mereka juga panik. Tentu juga ada yang depresi bagaimana orang begitu kaya harus opname di kelas 3. Itu karena apa boleh buat. Tidak ada lagi kamar kelas 2. Apa lagi kelas 1. Lebih lagi VIP. Orang yang terkaya di antara empat itu harus meninggal di kelas 3 itu juga. Ia tidak sendirian. Salah satu wanita di perkumpulan itu juga meninggal di kelas 3 yang sama. Dia janda. Sudah agak tua. Anak sulungnya yang satu rumah pun tidak boleh menengoknyi. Demikian juga tiga anak lainnya. Ketika wanita tersebut meninggal, si anak hanya bisa menyerahkan sepenuhnya jasad ibunya itu ke rumah sakit. Untuk dikuburkan oleh pihak rumah sakit. Tanpa kehadiran siapa pun. Anak-anaknyi itu tentu menangis. Amat sedih. Bagaimana bisa ibunya sakit keras tanpa bisa menungguinyi. Dan ketika meninggal tidak bisa di sampingnyi. Bahkan ketika dimakamkan tidak bisa mengantar ke makamnyi. Untungnyi sang ibu bisa dimakamkan di pemakaman Tionghoa di Ungaran. Anak-anaknyi yang memohon itu ke rumah sakit. Dengan mengganti seluruh biaya. Berapa pun. Sang anak bukan tidak mencintai sang ibu. Tapi tidak boleh. Pasien yang meninggal karena Covid-19 punya prosedur pemakaman sendiri. Tapi sang anak juga takut tertular. Lalu harus masuk rumah sakit. Lebih-lebih mereka takut dengan sal kelas 3 itu. Kalau sampai ia datang ke rumah sakit berarti ia harus mengaku ia tinggal serumah dengan almarhum. Berarti ODP. Ia membayangkan –yang sebenarnya salah– begitu dinyatakan ODP harus masuk rumah sakit. Lalu tidak mendapat kamar yang bagus. Ia harus masuk kelas tiga seperti yang lainnya. Lalu meninggal dunia. Bayangan itu membuat ia memutuskan pilih di rumah saja. Tidak perlu muncul di RS. Biarlah ibunya diurus oleh pihak RS. Ia pun pilih mengarantina diri di rumah. Bersama istri, anak, dan pembantu. Total ada 6 orang di rumah itu. Para tetangga sangat baik. Mau membantu. Mereka menyiapkan semua keperluan yang lagi isolasi. Dengan cara menyiapkan makanan yang diminta. Setiap waktu makan tiba, sang tetangga meletakkan makanan di depan rumah. Begitu si tetangga pergi ia ambil makanan itu. Tidak hanya makanan. Apa pun bisa disiapkan tetangga. Vitamin, buah, dan segala macam keperluan. Hari Senin ini adalah hari ke 13 mereka lockdown mandiri. Semua baik-baik saja. Saya ikut mendoakan mereka agar berhasil melewati hari ke 14 dengan sehat. Ia tidak sendirian memutuskan cara seperti itu. Teman-teman lainnya –seperkumpulan– juga melakukan hal yang sama. Kini kian banyak yang pilih isolasi mandiri di rumah. Tidak hanya di Semarang. Di seluruh Indonesia. Sambil memperbaiki kondisi badan secara maksimal. Dengan cara makan sayur dan buah. Dan vitamin. Dan minum banyak air hangat. Dan itu bisa meringankan rumah sakit. Toh semua tahu belum ada obatnya. Orang kaya pun kini juga pusing. Hanya pusingnya memang berbeda dengan yang tidak punya uang. Coba lihat daftar persoalan orang kaya –dan orang miskin– yang banyak beredar di medsos ini Ciri2 Covid-19 1. Pusing 2. Demam 3. Susah nelen 4. Pandangan kabur 5. Sesak nafas Ciri2 Bokek 1. Pusing banget 2. Demam banget 3. Ngga ada yang bisa ditelen 4. Pandangan kosong 5. Nafas ngap-ngapan Ups… Pusingnya beda. Hanya urutannya yang sama. * Oleh Dahlan Iskan KUBURAN pun sepi. Padahal Sabtu kemarin adalah hari Cingbing. Pedagang bunga –yang biasanya panen raya– ikut gigit jari. Tapi mereka sudah pintar. Mereka sudah tahu tahun ini ada Covid-19. Tidak muncul pedagang bunga dadakan yang memenuhi pinggir jalan. Pasar bunga pun sepi. Keluarga Tionghoa memilih mendoakan orang tua di rumah masing-masing. Mereka tahu risiko tertular Covid-19. “Jangan sampai terjadi seperti di Semarang,” ujar seorang teman Tionghoa di Surabaya. Ada apa di Semarang? Di kalangan Tionghoa beredar medsos kejadian di Semarang itu. Empat orang pengusaha meninggal hampir serentak. Banyak lainnya masuk rumah sakit hampir bersamaan. “Drama Covid-19 Semarang” mirip dengan “Drama Gereja GPIB di Bogor”. Atau “Drama Jamaah Tabligh” di Jakarta. Terlalu banyak tular-menular hanya dari satu rangkaian acara. Di Semarang itu yang meninggal sebenarnya “hanya” empat orang. Tapi semuanya orang kaya-raya. Meninggalnya beruntun pula. Hanya dalam tiga hari. Antara tanggal 25 sampai 28 Maret lalu. Maka hebohnya melebihi yang lain-lain. Juga karena medsos berseliweran. Yang benar bercampur dengan yang setengah benar dan yang tidak benar. Yang terkaya di antara yang kaya itu bernama –baiknya tidak usah disebut. Saya dikirimi foto-foto lengkap. Termasuk foto acara ulang tahun dan karaoke itu. Tapi terlalu pahit untuk dipublikasikan. Juga karena banyak yang tidak ada hubungannya dengan peristiwa. Yang terkaya itu bisnis di bidang kimia –pedagang besar barang-barang kimia. Juga dikenal sebagai pengusaha lemah –lemahe akeh banget. Rumahnya di daerah paling mahal di Semarang Jalan Sultan Agung. Di kawasan Candi. Yang dari ketinggian ini bisa melihat ke bawah ke pusat kota Semarang. Juga bisa melihat laut yang di utara sana. Bos-bos Djarum punya rumah di sini. Hartono bersaudara itu. Rumah mereka di deretan jalan ini. Rumah bos besar Sido Muncul juga tidak jauh dari sini. Semarang pun heboh. Dunia orang Tionghoa lebih heboh lagi. Sudah pula ditambah bumbu-bumbu yang lebih seru. Yang sebenarnya tidak benar. Misalnya soal istri orang terkaya di antara yang meninggal tadi. Dia dikabarkan ikut masuk rumah sakit. Bersama anak-anaknyi. Padahal sang istri baik-baik saja. Demikian juga anak-anaknyi. Sampai-sampai sang istri harus membuat video. Klarifikasi. Untuk menunjukkan sang istri dalam keadaan baik-baik saja. Lagi bersama anak-anaknyi. Bercengkerama di taman di sebelah rumahnyi. Saya juga mendapatkan video itu. Kini keluarga tersebut terus sibuk klarifikasi. Juga mengancam akan menuntut siapa pun yang mengedarkan hoaks tentang keluarga itu. Ups… Kemarin muncul iklan resmi. Iklan duka cita. Dari keluarga ini. Tidak disebut-sebut bahwa beliau meninggal karena Covid-19. Di situ disebutkan bahwa beliau meninggal karena sakit pernafasan. Ditambah beberapa sakit kronis lainnya darah tinggi dan diabetes. Nama almarhum di iklan itu disebut lengkap Agus Setyawan Hartono. Alias Njoo Hok Sing. Nama istri dan anak-anaknya pun lengkap disebut di bawahnya. Begitulah memang umumnya iklan duka cita. Virus Corona terbukti tidak mengenal siapa pun. Uang berlimpah juga tidak bisa menjamin keselamatan nyawa. Drama itu kian seru karena ada cerita di baliknya. Ulang tahun suami-istri itu di bulan yang sama. Bulan Maret. Suami di awal bulan. Istri pertengahan bulan. Hanya beda 10 harian. Maka, di bulan itu ada dua perayaan ulang tahun. Di rumahnya yang di atas itu. Para pengusaha besar hadir. Kerabat dan keluarga juga hadir. Termasuk dari Surabaya. Peluk cium pun terjadi. Lalu mereka berfoto bersama. Di pinggir kolam renang yang besar. Apakah mereka saling menularkan Covid-19 di acara itu? Kalau iya, di acara pertama atau kedua? Tentu tidak ada yang tahu pasti. Penyelidikan belum sampai ke sana. Bisa saja bukan karena acara itu. Bukan? Bisa jadi. Di antara tanggal dua ulang tahun tersebut masih ada satu acara lain arisan. Mereka kumpul di salah satu restoran milik anggota arisan itu. Juga suami istri. Banyak juga yang melanjutkan acara itu dengan karaoke. Kebetulan ada ruang karaoke di lantai atasnya. Semua orang bergembira. Bahagia. Saat itu. Lalu…. Semua orang menjadi sangat sedih. Terutama di perkumpulan itu. Mereka juga panik. Tentu juga ada yang depresi bagaimana orang begitu kaya harus opname di kelas 3. Itu karena apa boleh buat. Tidak ada lagi kamar kelas 2. Apa lagi kelas 1. Lebih lagi VIP. Orang yang terkaya di antara empat itu harus meninggal di kelas 3 itu juga. Ia tidak sendirian. Salah satu wanita di perkumpulan itu juga meninggal di kelas 3 yang sama. Dia janda. Sudah agak tua. Anak sulungnya yang satu rumah pun tidak boleh menengoknyi. Demikian juga tiga anak lainnya. Ketika wanita tersebut meninggal, si anak hanya bisa menyerahkan sepenuhnya jasad ibunya itu ke rumah sakit. Untuk dikuburkan oleh pihak rumah sakit. Tanpa kehadiran siapa pun. Anak-anaknyi itu tentu menangis. Amat sedih. Bagaimana bisa ibunya sakit keras tanpa bisa menungguinyi. Dan ketika meninggal tidak bisa di sampingnyi. Bahkan ketika dimakamkan tidak bisa mengantar ke makamnyi. Untungnyi sang ibu bisa dimakamkan di pemakaman Tionghoa di Ungaran. Anak-anaknyi yang memohon itu ke rumah sakit. Dengan mengganti seluruh biaya. Berapa pun. Sang anak bukan tidak mencintai sang ibu. Tapi tidak boleh. Pasien yang meninggal karena Covid-19 punya prosedur pemakaman sendiri. Tapi sang anak juga takut tertular. Lalu harus masuk rumah sakit. Lebih-lebih mereka takut dengan sal kelas 3 itu. Kalau sampai ia datang ke rumah sakit berarti ia harus mengaku ia tinggal serumah dengan almarhum. Berarti ODP. Ia membayangkan –yang sebenarnya salah– begitu dinyatakan ODP harus masuk rumah sakit. Lalu tidak mendapat kamar yang bagus. Ia harus masuk kelas tiga seperti yang lainnya. Lalu meninggal dunia. Bayangan itu membuat ia memutuskan pilih di rumah saja. Tidak perlu muncul di RS. Biarlah ibunya diurus oleh pihak RS. Ia pun pilih mengarantina diri di rumah. Bersama istri, anak, dan pembantu. Total ada 6 orang di rumah itu. Para tetangga sangat baik. Mau membantu. Mereka menyiapkan semua keperluan yang lagi isolasi. Dengan cara menyiapkan makanan yang diminta. Setiap waktu makan tiba, sang tetangga meletakkan makanan di depan rumah. Begitu si tetangga pergi ia ambil makanan itu. Tidak hanya makanan. Apa pun bisa disiapkan tetangga. Vitamin, buah, dan segala macam keperluan. Hari Senin ini adalah hari ke 13 mereka lockdown mandiri. Semua baik-baik saja. Saya ikut mendoakan mereka agar berhasil melewati hari ke 14 dengan sehat. Ia tidak sendirian memutuskan cara seperti itu. Teman-teman lainnya –seperkumpulan– juga melakukan hal yang sama. Kini kian banyak yang pilih isolasi mandiri di rumah. Tidak hanya di Semarang. Di seluruh Indonesia. Sambil memperbaiki kondisi badan secara maksimal. Dengan cara makan sayur dan buah. Dan vitamin. Dan minum banyak air hangat. Dan itu bisa meringankan rumah sakit. Toh semua tahu belum ada obatnya. Orang kaya pun kini juga pusing. Hanya pusingnya memang berbeda dengan yang tidak punya uang. Coba lihat daftar persoalan orang kaya –dan orang miskin– yang banyak beredar di medsos ini Ciri2 Covid-19 1. Pusing 2. Demam 3. Susah nelen 4. Pandangan kabur 5. Sesak nafas Ciri2 Bokek 1. Pusing banget 2. Demam banget 3. Ngga ada yang bisa ditelen 4. Pandangan kosong 5. Nafas ngap-ngapan Ups… Pusingnya beda. Hanya urutannya yang sama. *
Significado do nome Kayan, origem do nome Kayan , significado da letra dos nomes, numerologia gratis e tarot Significado e Origem do Nome > Nomes > Letra K > Kayan Significado do nome Kayan Origem do Nome Kayan Qual a origem do nome Kayan ESLAVO Significado de Kayan Qual o significado do nome Kayan “GENEROSO”. - Sua Numerologia da Sorte é 779. Leia sua interpretação numerológica gratis e tarot abaixo... VOCE SABIA QUE...Os sobrenomes mais comuns na lista telefonica são em ordem decrescente Silva, Santos, Oliveira, Souza, Pereira, Costa, Carvalho, Almeida, Ferreira, Ribeiro, Rodrigues, Gomes, Lima, Martins, Rocha, Alves, Araújo, Pinto, Barbosa, Castro, Fernandes, Melo, Azevedo, Barros, Cardoso, Correia, Cunha e Dias? Nomes próximos de Kayan Kayalla Kayamy Kayane Kayanne Significado do Nome com a Letra KIndependente, decidido e de um magnetismo invejável, é uma pessoa de muito poder pessoal. Não é por isso que sente necessidade de viver alardeando suas qualidades. Prefere a discrição, ficar quieto no seu canto, observando e tirando suas próprias conclusões. Preocupa-se muito pouco com a opinião alheia. Tem uma grande sensualidade e sabe como explorá-la muito bem. Significado do nome Kayan - Sua marca no mundo! SEMPRE ALERTA, AGILIDADE, RECURSIVIDADE, SINTONIZADA COM O MUNDO, ESPÍRITO AVENTUREIRO Estar sempre envolvida com diversas coisas ao mesmo tempo, é uma constante na vida desta personalidade aventureira muito curiosa, impaciente e dinâmica. Foge sempre da rotina buscando inovação, por isso tendem a achá-la excitante e imprevisível. Versatilidade é uma característica muito evidente e quer ver as coisas sempre funcionando. Uma grande sabedoria da pessoa de personalidade 5 é viver o presente, preocupa-se muito pouco com o passado e não cria expectativas com o futuro. Espirito livre, nunca recusa uma viagem. Relaciona-se muito bem com todos e não dispensa uma boa conversa. A melhor forma de estar sempre aproveitando o lado positivo desta vibração é buscar concentrar-se no que faz e uma coisa a cada vez, para não dispersar seu foco e gastar energia à toa. Buscar ser mais paciente e equilibrar seu magnetismo e sensualidade. Busca acessívelQual o significado e origem do nome? Kayan e seus significados - Sua Numerologia de Expressão é "7" COMO O MUNDO TE VÊ? O número da Expressão revela a missão que tem, o que deve fazer ou ser nesta vida, para que atinja sucesso e alcance suas metas e objetivos. Descreve como você se expressa no mundo. O seu "eu" completo - personalidade, caráter, disposição, identidade, temperamento. Sempre em busca do saber e da verdade, é alguém cujas coisas do espirito e do EU interior fazem muita importância na vida, por isso é estudioso, gosta de filosofia e pesquisas. Estuda para provar e obter respostas sobre o desconhecido. Procura viver de acordo com suas experiências e descobertas e não conforme padrões pré estabelecidos. Prefere atividades que não envolvam esforço físico, ou mesmo com máquinas. Tem forte tendência para ser um educador, advogado, cientista, banqueiro, corretor, contador, tecelão, relojoeiro, inventor, escritor de temas técnicos, científicos ou filosóficos, editor, autoridade em religião, naturalista, astrônomo ou metafísico. Precisa ficar atento aos aspectos negativos, como impaciência, e avareza, consumo de bebida e a tendência à indiferença. Qual significado de Ssanyu Penalvo Kayan e seus significados - Sua Numerologia de Expressão é "7" COMO VOCÊ VÊ O MUNDO? Mostra a pessoa como é interiormente. Revela como pensa, sente e age. Seu o desejo íntimo da alma, o seu "eu interior", suas esperanças, sonhos, ideais, motivações. As vezes é possível que percebamos essa manifestação, mas talvez não a expressamos como deveriamos ou mesmo não vivemos de acordo com ela, assim estamos reprimindo os nossos sentimentos e impulsos, o que gostariamos de ser ou fazer, estamos adormecendo nossos objetivos secretos, as ambições, os ideais mais intimos. Está sempre em busca da sabedoria, do conhecimento e da perfeição. Muito intuitivo, inspirador e retraído. Sonha em usar a mente, ser intelectual, científico, filósofo ou místico. Por não conseguir isolar-se sem sentir solidão sente-se constantemente melancólico e tem tendência a depressão. Faz sempre bom julgamento e possui um forte senso de valor. Não sente-se bem em locais agitados, nem gosta de trabalhos servis e de confusão. De onde vem o nome Gaio Tulasidas Kayan e seu significado - Sua Numerologia de Anima é "9" ANIMA - O QUE MOVE VOCÊ? A vibração da ANIMA mostra a impressão que você transmite às pessoas e os efeitos que lhes causam. Deve ser considerado um dos número mais importantes na sua vida. Conhecendo-o poderá entender o planejamento da sua vida. Compreendendo este plano e buscando viver de acordo com seu significado trará mais sentido à sua vida, e a fará mais útil e feliz. Ter consciência dessa vibração ajuda a reconhecer o porquê de suas aversões e gostos. Não desperdiçará um dia sequer de sua vida, e jamais a sentirá inutil ou sedentária na velhice se viver de acordo com as vibrações deste número. Gosta de ajudar e servir à humanidade. Busca ser conhecido como alguém generoso, capaz de auto sacrifício, gentil e disposto a doar e ensinar sem pagas ou retribuições. É capaz de dividir o que tem, mesmo que seja pouco, pois tem amor à universalidade. Uma grande virtude é o seu perdão e como percebe as necessidades alheias. Sua casa e seu coração estão sempre abertos para acolher qualquer um que precise desde comida à um ombro amigo. Qual significado de Akshat Arapua Significado e origem do Nome Kayan - Arcanos do Tarot Arcano 9 O Eremita SIMBOLOGIA O Ermitão representa o conhecimento da ciência oculta. Ele se apoia na prudência, que o acompanha em sua busca. Fala da luz da inteligência e da sabedoria, que ilumina o olhar orientando no caminho e na vida. Austero e solitário no tempo, que atingiu conhecimento à custa de trabalho ininterrupto, que apenas mentes privilegiadas podem desenvolver. É o espírito de sacrifício, prudência, discrição, recuo, vigilância. ASPECTOS POSITIVOS Cultivando mais a prudência e a paciência atinge estado de sabedoria, manter-se informado e exercitar isso lhe proporcionam muitos momentos felizes. Espirito dedicado de muito conhecimento e conquistas nos campos da filosofia, teosofia e ciências. ASPECTOS NEGATIVOS Ainda que tenhamos nos isolado dentro de uma caverna, precisamos lembrar que carregamos nossa luz e todos lá fora tem sua luz própria. Uma hora teremos que sair. INTERPRETAÇÕES DO ARCANO NO SENTIDOS Mental Contribuição luminosa à resolução de qualquer problema. Esclarecimento que chegará de modo espontâneo. Emocional Alcançar as soluções. Coordenação, encontro de afinidades. Significa também prudência, não por temor, mas para melhor construir. Físico Segredo descoberto, luz que se fará sobre projetos até agora ocultos. Na saúde É importante o conhecimento do estado real, consultas que podem remediar os problemas. PALAVRAS SÁBIAS Este arcano sugere concentração, meditação fala do poder do conhecimento e alerta para que ele não nos isole do mundo de forma involuntária. Todo conhecimento deve ser usado para o progresso e para a evolução do ser. Conhecimento sem ação leva consequentemente a estagnação dos sonhos. Qual a origem de Vidyacharan Ron Contato site Significado e Origem dos Nomes agradece sua visita.
nomor telepon orang kaya di semarang